Pelatihan Plant Growth Promoting Rhizobacteria (PGPR) telah dilaksanakan oleh mahasiswa Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) UNSIQ bersama Kelompok Tani Desa Winongkidul. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani dalam menerapkan teknologi pertanian ramah lingkungan berbasis mikroorganisme.
PGPR merupakan pupuk hayati yang berfungsi membantu pertumbuhan tanaman secara alami, meningkatkan kesuburan tanah, serta mengurangi ketergantungan petani terhadap pupuk kimia. Melalui pelatihan ini, petani diperkenalkan dengan konsep pertanian berkelanjutan yang lebih efisien dan ekonomis.
Pelatihan PGPR dilaksanakan melalui penyampaian materi dan praktik langsung pembuatan larutan PGPR. Para peserta terlihat antusias mengikuti kegiatan, terutama saat proses pembuatan dan cara aplikasi PGPR pada tanaman pertanian yang dapat diterapkan secara mandiri di lahan masing-masing.
Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana diskusi antara mahasiswa KPM UNSIQ dan kelompok tani mengenai permasalahan pertanian yang dihadapi, seperti menurunnya kesuburan tanah dan meningkatnya biaya produksi. PGPR diperkenalkan sebagai solusi alternatif yang mudah diterapkan dan ramah lingkungan.
Dengan terlaksananya pelatihan PGPR ini, mahasiswa KPM UNSIQ berharap ilmu yang telah disampaikan dapat diterapkan secara berkelanjutan oleh Kelompok Tani Desa Winongkidul. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk sinergi antara perguruan tinggi dan masyarakat desa dalam mendukung penge